Catatan Mudik Seorang Ummahat

Bismillah..

Mudik adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh semua orang rantau. Begitupun dengan kami, mudik lebaran ini adalah mudik ke-2 kami dari ibukota.
Sama seperti pemudik-pemudik lain kami sudah berburu tiket jauh-jauh hari dan alhamdulillah bisa pulang di H-7 jadi masih terasa santai.

Namun saya tidak sepenuhnya menyukai mudik lebaran idul fitri karena otomatis mengganggu ibadah 10 malam terakhir karena sibuk mempersiapkan mudik dan pasti di kampung juga udah heboh kumpul-kumpul dengan keluarga. Juga tiketnya yg mihiiiiil hehehe.

Kalau senangnya ya pasti senang kumpul dengan keluarga, buka bareng dan sahur bareng. Nostalgia kebandelan bulan puasa waktu kecil, tiap abis solat subuh main mercon, perang ketapel, jalan-jalan di sepanjang rel kereta (semua jangan ditiru yaa hehehe).

Tapi di setiap mudik pun juga terselip dilema, ini yang saya rasakan setelah berhijrah. Kenapa? Karena kebiasaan kami waktu lebaran harus sungkeman kepada siapa saja yang lebih sepuh dan bersalam-salaman dengan keluarga, tetangga dan teman seusai shalat idul fitri.

Trus dilemanaya dimana?

Continue reading

Tips Berpuasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui ala SMT Moms

Alhamdulillahi bini’matihi tatimusholihat
Kita masih dipertemukan dengan Ramadan 1436 H

Dan ini sudah Ramadan ke 4 alhamdulillah bagi penduduk SMT ♡
Awal grup ini dibuat anggotanya kebanyakan masih gadis, lalu menikah satu persatu dan melahirkan anak.. maa syaa Allah ♡

Seperti kebanyakan ibu2 rumahtangga lainnya, kami selalu membahas hal2 yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan karena sebagian warga SMT sudah punya anak atau sedang hamil maka kali ini kami pun berbagi cerita dan tips tentang puasa ketika sedang hamil dan menyusui..

Berikut beberapa cerita dari ummahat SMT yang kuat puasa ketika sedang hamil/menyusui biidznillah

Continue reading

My Hospital Bag – Part 2

Akhirnya, alhamdulillah selesai juga saya nge-pack  tas yang insya Allah akan dibawa ke rumah sakit nanti ketika melahirkan. Ternyata setelah dikerjakan langsung, ga butuh waktu lama ya untuk menyelesaikannya. Haha. Tapi untuk memulainya itu entah mengapa suliiit sekali. Sampai-sampai teman-teman di grup SMT mengingatkan saya untuk segera mengemas tas rumah sakit untuk berjaga-jaga kalau si bayi mau keluar sebelum due date-nya. Sebenarnya nge-pack tas rumah sakit ini sudah saya rencanakan untuk dikerjakan ketika masuk minggu ke-36 tapi qadarullah akhirnya baru terselesaikan hari ini (38w 1d). Lega rasanya. Sekarang to-do list yang tersisa tinggal membersihkan keseluruhan bagian rumah dan pastinya selalu banyak berdoa supaya semua berjalan dengan lancar.

Kali ini saya akan berbagi daftar isi tas rumah sakit saya. Tujuan saya nge-share di blog ini adalah supaya suatu hari nanti ketika saya membutuhkan hospital bag list lagi, saya tidak perlu repot-repot mencari dan juga supaya bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu di grup SMT dan para pembaca sekalian.

Insya Allah saya akan membawa 2 tas yang berupa backpack dan wheeled holdall bag. Backpack diisi dengan berbagai keperluan yang akan dibutuhkan pada saat proses melahirkan, sedangkan wheeled holdall bag diisi dengan barang-barang yang akan dipakai ketika menginap di rumah sakit (untuk kebutuhan saya, suami dan bayi). Untuk daftar barang-barang kebutuhan bayi, sudah saya share di sini ya. Oh iya, sebenarnya masih ada satu tas lagi, tapi ini hanya handbag saya yang selalu dibawa setiap saya pergi yang isinya barang-barang yang memang selalu ada di dalam tas itu seperti dompet dan lain-lain. Barang-barang yang saya bawa ini kebanyakan berdasarkan hospital bag list yang diberikan oleh rumah sakit tempat saya melahirkan nanti.

Daftar barang untuk labour (backpack dan handbag):

Continue reading

What’s in My Hospital Bag (For Baby)?

20150509_185217-1

My due date is coming and it is time to pack my hospital bag. I think I’d like to share you what I am going to bring for my baby to the hospital. Insha Allah. (FYI, rumah sakit tempat saya melahirkan nanti tidak menyediakan kebutuhan-kebutuhan untuk bayi seperti popok sekali pakai, pakaian, dll, sehingga saya harus membawanya semua sendiri).

  • 1 pack of disposable nappies (sebenarnya saya berencana untuk insya Allah menggunakan popok kain untuk si bayi tapi demi kepraktisan, saya memilih untuk membawa popok sekali pakai selama di rumah sakit.)
  • Baby oil
  • 1 pack of disposable baby wipes (lagi-lagi karena alasan kepraktisan.)
  • 2x Flannel wraps (kain bedong bahan flanel)
  • 2x Baby wash cloths (sapu tangan kecil bahan handuk)
  • 3x Onesies/rompers
  • 2x Singlets
  • 2x Coveralls (baju bayi yang langsung menutupi dari leher sampai telapak kaki)
  • 2x Kaos kaki, 2x sarung tangan
  • 2x Topi bayi
  • Baju untuk pulang ke rumah: singlet, coverall, winter jacket, wrap, selimut
  • Minyak telon
  • Kain untuk alas car seat

Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu yang juga sedang mempersiapkan kelahiran bayinya.

UPDATE:

Ternyata di rumah sakit disediakan popok sekali pakai dan akhirnya popok sekali pakai yang saya bawa dari rumah tidak terpakai sama sekali. Baby oil juga tidak terpakai karena di rumah sakit saya sudah tidak terpikir lagi untuk melakukan pijat terhadap bayi saya. Ternyata rumah sakit juga menyediakan baby wipes jadi baby wipes yang saya bawa juga tidak terpakai. Baby wash cloths tidak terpakai karena saya memakai baby wipes saja.

Metode-metode Induksi dalam Persalinan

Informasi yang terdapat dalam tulisan berikut ini diambil dari situs Babycenter Australia.


Kemarin di grup whatsapp SMT, kita membahas tentang metode-metode induksi yang ada dalam proses persalinan. Akhir-akhir ini memang hampir setiap hari grup kita sering membahas topik tentang kehamilan karena para member SMT saat ini banyak sekali yang sedang hamil dan insya Allah yang akan (satu orang telah melahirkan pada tanggal 5 Maret 2015) melahirkan di tahun ini ada sekitar 13 orang (included yang sudah left group).

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya seorang ibu hamil mengetahui apa-apa saja yang berhubungan dengan proses atau prosedur persalinannya. Untuk mengetahui hal-hal tersebut, ibu hamil bisa banyak membaca buku-buku, artikel-artikel di internet yang berhubungan dengan kehamilan, mengikuti antenatal class, dan bertanya kepada dokter atau bidannya.

Berikut ini adalah metode-metode induksi yang dapat digunakan oleh dokter atau bidan untuk memulai proses persalinan. Sebelum ditindak dengan metode-metode berikut, ibu hamil bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan untuk mengetahui metode mana yang paling sesuai dengan kondisinya. Biasanya ibu hamil akan ditawari metode-metode induksi berdasarkan urutan berikut ini: Continue reading